Rabu, 05 Juni 2013

LAKUKAN SESUATU YANG NYATA


"Dumbledore's Army is supposed to be about doing something real." Neville (Laskar Dumbledore seharusnya melakukan sesuatu yang nyata.)

Perkataan "sekuat" itu keluar dari mulut seorang anak laki-laki yang dulunya penakut, bicara tergagap-gagap, tidak pandai mengambil keputusan, paling "apes" di kelas, paling tidak bisa membuat mantra, dan sering diremehkan oleh orang lain. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Neville Longbottom. Dari seorang anak yang biasa-biasa saja, Neville berhasil mengatasi ketakutan dan kesepiannya karena kehilangan orang tua dengan cara yang tragis. Selain Harry, Neville-lah yang berhasil menarik keluar pedang Godric Gryffindor dari Topi Seleksi, dan membunuh Nagini, ular peliharaan Voldemort. Luar biasa, bukan!

Kata-kata Neville sangatlah benar, Laskar Dumbledore seharusnya melakukan sesuatu yang nyata. Andaikata waktu itu Hermione tidak punya inisiatif untuk membuat kelas rahasia, andaikata Laskar Dumbledore tidak berlatih menggunakan mantra-mantra pertahanan terhadap sihir gelap, Harry pasti kelabakan melawan para Pelahap Maut. Jelas sekali mereka berlatih tidak hanya untuk bermain-main, namun untuk mempersiapkan diri menghadapi pertempuran besar yang menanti.

Mungkin kita seperti Neville, orang biasa, tidak istimewa, lebih sering "apes" daripada mujurnya, penakut dan tidak bisa mengambil keputusan. Akan tetapi, kita bisa saja tidak membiarkan diri terus tenggelam dalam kesedihan dan kepahitan masa lalu yang membuat kita menjadi penakut, dan memutuskan untuk menghadapi masa depan dengan persiapan yang matang. Yang perlu kita tanamkan dalam hati adalah bahwa kita harus melakukan sesuatu yang nyata. Ya, sesuatu yang benar-benar nyata.

Memang benar bahwa dalam prosesnya kita akan jatuh, terluka, gagal... namun kita bisa bangkit lagi. (Ingat, bangkit itu pilihan!) Di hadapan kita masih ada pertempuran hidup yang harus kita hadapi. Kalau kita masih menjadi orang yang biasa-biasa saja, kita pasti akan kalah. (Diperlukan cara-cara yang tidak biasa untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa.) Sekarang, mari kita lakukan sesuatu yang nyata!

Selasa, 04 Juni 2013

PILIHANMU ADALAH DIRIMU


"The world isn't split into good people and Death Eaters. We've all got both light and dark inside of us. What matters is the part we choose to act on. That's who we really are." - Sirius Black (Dunia  tidak dibagi menjadi orang baik dan Pelahap maut. Kita semua memiliki sisi terang dan gelap dalam diri kita. Yang penting adalah sisi manakah yang kita pilih, itulah yang menentukan siapa kita.)

Dalam proses semakin terbukanya koneksi antara Harry dan Voldemort, Harry merasa begitu tersiksa ketika ada sisi lain dalam dirinya yang berusaha untuk menguasainya; sisi yang begitu menekan dan membuatnya selalu merasa sedih, marah, sepi, berontak, membenci; sisi yang ingin ditaklukkannya namun tak kuasa juga. Ia merasa ia telah menjadi orang lain, orang lain yang semakin hari semakin mirip dengan Penguasa Kegelapan. Wajar jika dalam hati ia bertanya-tanya, "Akankah aku menjadi jahat seperti Voldemort?"

Ada saat di mana hati kita kelam, saat di mana segala hal yang terjadi di sekeliling kita membuat kita marah dan penuh kebencian, saat di mana kita merasa sepi dan tidak ada yang dapat memahami perasaan kita, saat di mana kita seolah menjadi "the bad guy" (orang jahatnya). Kita seolah tidak memiliki daya untuk menguasai diri kita; ingin berpikir positif, namun hati masih saja dipenuhi dengan hal-hal negatif. Saat-saat seperti ini terkadang muncul ketika masalah melanda, atau ketika kita sedang dalam emosi yang "labil". Di sinilah kita dituntut untuk memilih, akankah kita berusaha untuk keluar dari jerat rasa "gelap" ini, atau menyerah dan tenggelam di dalamnya?

Apa yang kita pilih, itulah yang menentukan siapa diri kita. Kita mungkin orang biasa, tidak kaya, tidak punya kedudukan, tetapi kita tetap dapat memilih untuk menjadi orang yang penuh integritas dan hidup dengan baik. Pilihan akan selalu ada, antara yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang mudah. Pilihan yang buruk dan yang mudah adalah pilihan "favorit" banyak orang, karena kebebasan dan kebahagiaan (semu) mudah diperoleh darinya. Sedangkan pilihan yang benar dan yang baik seringkali dipertimbangkan berulang-ulang, karena yang dituntut darinya adalah ketidaknyamanan dan harga yang mahal. Bagian kita adalah menentukan jalan mana yang akan kita ambil; semuanya terserah pada kita. Akan tetapi, sebelum memilih, pertimbangkan ini, apa yang Anda ingin orang lain nilai/lihat dari diri Anda? Saya pribadi akan tetap menganjurkan Anda untuk memilih yang baik dan yang benar, karena saya yakin, untuk itulah kita sebenarnya dicipta.

Senin, 03 Juni 2013

NYALAKAN CAHAYANYA


"Happiness can be found even in the darkest of times…if one only remembers to turn on the light." - Dumbledore (Kebahagiaan dapat ditemukan, bahkan di masa-masa tergelap sekalipun... hanya jika seseorang ingat untuk menyalakan cahaya.)

Dalam kondisi yang sulit dan terjepit, kita seringkali sibuk dengan permasalahan dan kekuatiran kita, kebingungan kita, kesedihan kita, kegagalan kita. Intinya adalah, kita kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih, apalagi memikirkan hal baik apa yang ada di balik permasalahan tersebut. Karena terlalu mendalami rasa sakit, kita buta hati dan pikiran kita hidup dalam kegelapan total.

Seperti orang yang tinggal dalam ruang gelap tanpa cahaya, kita merasa kesulitan untuk bergerak. Kenapa? Karena walaupun itu ruangan kita, kita masih saja kuatir akan salah langkah, menabrak sesuatu, terjatuh, dan merasa kesakitan. "Boro-boro" berpikir positif, gelap karena mati lampu saja kadang cukup membuat kita was-wasan.

Kita mungkin bertanya, "Kebahagiaan macam apa yang bisa kuperoleh dalam kegelapan, kegagalan, dan kesakitan?" Bagi Harry, kebahagiaan yang muncul dalam masa-masa gelapnya mungkin: Kehadiran dan kesetiaan sahabat-sahabatnya, yang membuatnya tahu bahwa ia tidak akan kesepian dan tidak akan berusaha sendirian. Lalu, bagaiamana? Apakah Anda sudah menemukan kebahagiaan yang tersembunyi di balik kesusahan Anda? Pertanyaan ini bisa kita jawab saat hati dan pikiran kita tenang, dan tidak membiarkan masalah mengusiknya.

Dalam kegelapan, kita pasti akan berusaha untuk mencari sumber terang. Kita tentu tidak ingin terus tinggal dalam gelap, bukan? Soal hati dan pikiran pun demikian. Jika hidup menjadi terasa berat dan sulit, jangan biarkan hati kita dibuat gelap oleh keadaan. Temukan cahaya, nyalakan cahaya, dan lihatlah kebahagiaan yang tersembunyi di baliknya. Selalu ada maksud baik di balik setiap persoalan yang ada.

Minggu, 02 Juni 2013

TIDAK SENDIRIAN


"Dark and difficult times lie ahead. Soon we must all face the choice between what is right and what is easy. But remember this, you have friends here. You're not alone." - Dumbledore (Masa-masa gelap dan sulit menanti. Segera kita akan menghadapi pilihan antara yang benar dan yang mudah. Namun ingatlah hal ini, engkau mempunyai teman-teman. Engkau tidak sendirian.)

Hidup terkadang terasa sulit dan berat. Kita masing-masing berjuang dan bertahan selama nafas masih mengalir keluar. Di sinilah seringkali kita tidak menyadari hal lain yang lebih penting dari sekedar berjuang dan bertahan.

Saya pernah berpikir, "Kenapa harus minta tolong jika saya dapat melakukannya sendiri?" Dalam beberapa hal mungkin pandangan ini baik, karena ini berarti saya orang yang mandiri dan bisa maju tanpa mengandalkan orang lain harus ada di samping saya. Namun di sisi lain, pandangan ini menyiksa, karena ini berarti saya terlalu mementingkan ego dan harga diri, juga kemampuan diri sendiri, serta tidak merasa perlu untuk memiliki teman.

Kita bisa saja berjuang sendiri, melakukan segala-galanya sendiri, tapi, jangan kaget jika kita cepat kelelahan dan merasa sepi. Kita harus menyadari bahwa ada waktunya kita membutuhkan orang lain, keluarga, rekan, dan sahabat di samping kita. Dengan mereka, hidup akan terasa lebih ringan, dan tanggungan kita pun tidak akan sebegitu berat.

Harry beberapa berkata kepada teman-temannya untuk menyelesaikan semuanya sendiri. Tapi jika itu benar terjadi, jika ia benar-benar seorang diri, ia tidak akan dapat memenangkan pertempuran itu, bahkan ia tidak akan dapat bertahan dua hari saja tanpa Hermione, juga beberapa hari saja tanpa Ron.

Teman akan membantu kita, jadi, izinkan mereka membantu kita. Engkau tidak sendirian.

Sabtu, 01 Juni 2013

LANJUTKAN HIDUP


“It does not do to dwell on dreams, Harry, and forget to live.” – Dumbledore (Tidak baik jika kita terus tinggal dalam mimpi-mimpi, Harry, dan lupa untuk hidup.)

Melihat orang tuanya dalam Cermin Tarsah adalah satu hal yang membuat Harry merasa sangat bahagia. Tentu saja demikian... mereka meninggal sewaktu ia masih sangat kecil. Kita yang berdiri di hadapan cermin itu mungkin tidak akan melihat mereka, karena yang ada dalam hati kita adalah impian-impian dan kebahagiaan-kebahagiaan yang lain, yang berbeda dengan kebahagiaan Harry (kesuksesan dalam studi, pekerjaan, percintaan, keluarga, dll). Akan tetapi, hal yang kemungkinan besar terjadi bisa saja tidak jauh dari apa yang dialami Harry, yaitu kita akan terus-menerus memandangi cermin itu, bermain dengan mimpi-mimpi kita, dan, seperti yang dikatakan Dumbledore, lupa untuk hidup.

Kita boleh saja punya mimpi, kecil-besar, banyak-sedikit. Semua itu sangat baik untuk dijadikan penyemangat hidup. Kita jadi tahu apa tujuan kita. Namun, ada pepatah mengatakan, "Hal terbaik untuk meraih mimpi adalah berhenti bermimpi dan mulai melakukan sesuatu." Dengan kata lain, kalau ingin mimpi kita terwujud, kita harus mulai melakukan aksi nyata. (Yang saya maksud impian di depan kita, tentunya, bukan hal-hal yang sudah lalu sepert yang diperlihatkan Cermin Tarsah kepada Harry.)

Hidup adalah kenyataan dan waktu yang kita habiskan tidak akan pernah dapat diulang. Mengetahui mimpi-mimpi kita memang baik, namun melanjutkan hidup dan bertindak dalam kenyataan adalah hal yang lebih baik. Lakukan sesuatu sekarang untuk impianmu. Lakukan hidup dan wujudkan impian itu.